Saturday, September 4, 2010

Tanggapan Yang Segera

Markus 1:14-20

Menerima Firman

Segala sesuatu membutuhkan respon/tanggapan dari kita. Tanggapan kitalah yang menentukan apa yang akan kita alami dalam hidup kita. Hal ini juga berlaku terhadap firman Tuhan. Tuhan memiliki kehendak bagi hidup kita. Dia adalah Allah yang berdaulat. Tetapi untuk dapat hidup dalam kehendak dan rencanaNya yang indah, tanggapan yang disertai iman dan ketaatan sangat diperlukan.
Dalam teks ini, kita membaca bahwa Tuhan Yesus memanggil orang-orang biasa. Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes adalah orang-orang biasa. Seorang nelayan dengan pekerjaan rutin harian demi pemenuhan kebutuhan hidup. Yang membuat mereka berbeda adalah tanggapan mereka saat Tuhan Yesus memanggil mereka. “Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia”, demikian ayat 18 menerangkan.
Keputusan untuk segera menanggapi panggilan Tuhan (dalam arti taat tanpa alasan) adalah kunci dari perkenanan Tuhan atas hidup kita. Seringkali penundaan karena alasan justru menghambat hidup kita sendiri. ‘Kerajaan Allah sudah dekat!’ (ay 15) adalah seruan bagi kita saat ini. Pilihannya ada di tangan kita: mau menjadi murid yang berkenan, atau mengikuti kehendak diri sendiri.

Merenungkan Firman
1. Mengapa Tuhan Yesus mengaitkan pertobatan dengan kedatangan Kerajaan Allah yang
sudah dekat (ay 15) ?
2. Seandainya Anda ada bersama Simon, Andreas, dan teman-teman pada waktu itu,
bagaimana perasaan Anda mendengar ajakan Tuhan Yesus?
3. Dua hal apakah yang diminta Tuhan Yesus kepada mereka (ay 17)? Bagaimana respon
Anda terhadap undangan ini?

Melakukan Firman
Menanggapi panggilan Tuhan dengan segera sangat penting. Menunda untuk melakukan kehendak Allah sama dengan ketidaktaatan.
1. Responi panggilan Allah bagi Anda untuk mengikuti Dia dengan sepenuh hati.
2. Buatlah komitmen untuk berkata ‘ya’ terhadap semua kehendak Tuhan dan belajar lakukan dengan segera.

Membagikan Firman
Ceritakanlah pemahaman Anda dalam saat teduh minggu ini dan pengalaman Anda dalam hal melakukan komitmen terhadap firman Tuhan. (DAP)

GBT Jangli

Sejak 11 Juli 2010, kami sekeluarga diberi kesempatan Tuhan untuk membuka sebuah Pos PI di daerah Sanggung dan Jangli. Sementara menempati rumah milik salah satu jemaat. Puji Tuhan sampai 2 bulan ini, sudah ada 25 orang yang bergabung.

Motto GBT Kristus Alfa Omega - Jangli adalah: Menyatakan kebenaran, kasih dan kuasa Tuhan. Kami merindukan agar kami dapat menjadi berkat bagi masyarakat di sekitarnya. Alamat kami ada di Jl. Sanggung Raya 175 Jatingaleh - Semarang.

Doakan agar tersedia satu rumah yang dapat kami pakai sebagai gereja. Lingkungan mendukung. Hubungan dengan masyarakat baik. Contact person: Ibu Agus (6281325326950).
Tuhan memberkati!

Thursday, August 5, 2010

Kritik Teks Kejadian 28:10-22

Kritik Teks:
Kejadian 28:10-22
10Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. 11Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.12Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.13Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak ; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.15Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke semua jalan yang engkau tuju , dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu." 16Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." 17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah , ini pintu gerbang sorga." 18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. 19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus. 20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. 22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

Teologi Klasik: Surat Ignatius, Bishop Antiokhia

Catatan: Makalah ini adalah ringkasan dari tiga surat Ignatius yang masing-masing dikirimkan kepada jemaat di Efesus, Magnesia, dan Tralles. Isi surat secara lengkap dapat dilihat di gigapedia.com.

Catatan Surat ke Efesus

Ditulis dari Smirna, dimana Ignatius dan tentara yang membawanya beristirahat dalam perjalanannya ke Roma melalui jalan utara ke Troas. Ini adalah suratnya yang terpanjang. Empat utusan, termasuk bishop Onesimus yang rendah hati, telah dikirim oleh gereja Efesus terdekat, untuk menyambut dan mendukung sang martir. Salah satu dari mereka, diaken Burrhus, bergabung dengan Ignatius ketika di Troas, dan mungkin bertindak sebagai pembantunya.

Thursday, January 7, 2010

Masuk Sorga? Tafsir Matius 7:21-23

Pembicaraan mengenai kepastian seseorang masuk sorga atau tidak memang selalu menarik untuk diperbincangkan. Hal ini terjadi karena masalah keselamatan adalah masalah utama manusia. Semua orang, baik sadar maupun tidak pasti membutuhkan keselamatan. Maka banyak agama muncul di dunia menawarkan sarana masuk sorga. Masing-masing menawarkan metode terbaik untuk mencapai sorga.

Di lingkungan kekristenan sendiri banyak perdebatan muncul mengenai hal ini. Perdebatan paling ‘sengit’ (kalau boleh dikatakan demikian) terjadi antara mereka yang menganut paham Calvinis dan Armenian. Di samping itu, masih banyak aliran-aliran kekristenan dengan konsep masing-masing mengenai keselamatan. Sebut saja kaum pluralis, pietis, dispensasionalis, dan lain-lain.

Wednesday, December 23, 2009

Lectio Divina

Apakah Lectio Divina Itu?
Lectio Divina adalah pembacaan Kitab Suci yang direnungkan dengan tujuan untuk berdoa dari Kitab Suci dan hidup dari Sabda Allah. Metode ini menuntut bahwa kita membaca Kitab Suci karena digerakkan oleh suatu kerinduan untuk bertobat.
Apabila seseorang mau berdoa dari dari Kitab Suci dengan lectio divina, ada beberapa persyaratan pendukung: Harus mencari suatu tempat yang sunyi, harus menyediakan waktu khusus dan rutin, harus punya Kitab Suci (Alkitab).

Kita memerlukan peran Roh Kudus. Kitab Suci tidak mungkin dimengerti dengan akal pikiran manusiawi. Kita perlu menyadari bawah Roh Kudus ada di dalam kita, bukan ’di luar sana’. Roh Kuduslah yang menolong kita untuk memahami apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.

Ada empat bagian dalam lectio divina:

Lectio (pembacaan). Ini adalah kegiatan pertama dari lectio divina. Tujuannya: Mengerti apa yang dikatakan oleh teks Alkitab. Pertanyaan-pertanyaan bantuan: Apa yang dikatakan teks ini? Apa isinya? Caranya :
- Baca teks dua atau tiga kali secara lisan.
- Baca teks dengan akal budi/pengertian. Pahami isinya.
- Baca teks dengan hati / kerinduan untuk menerima hikmat Allah

Meditatio (meditasi/renungan). Inti langkah ini adalah menerapkan seluruh rahasia dan kebenaran firman Allah pada diri sendiri, dengan cara:

- Carilah lebih dalam kebenaran yang tersembunyi, pakailah teks-teks terjemahan lainnya, hafalkan bagian-bagian penting dari Alkitab yang sedang dibaca.
- Mengenakan seluruh kebanran firman Allah pada diri sendiri.

Oratio (doa). Oratio adalah doa yang digerakkan dan diilhami oleh Sabda. Dengan demikian kita berdoa sesuai dengan firman Allah, dan juga kehendak Allah.

Contemplatio (kontemplasi). Kontemplasi adalah suatu pengangkatan jiwa manusia pada Allah, suatu pengangkatan yang membuat jiwa itu seperti tinggal dan berpaut padaNya dan menikmati kemanisan abadi. Pengangkatan jiwa ini terjadi melalui pendengaran sabda Allah, suatu pendengaran yang demikian tajam sampai membuat orang berpaut pada Allah dan mengenal serta melihat sesuatu dengan mata dan hati Allah. Ini adalah Roh hikmat dan wahyu (Efs 1:16-18).

Kekristenan di Filipina: Nilai-nilai Sejarah yang Penting bagi Pertumbuhan Gereja

Oleh: Dwi Agus Priono

Pendahuluan

Filipina adalah satu-satunya negara di Asia yang penduduknya mayoritas beragama Kristen (Katolik dan Protestan). Filipina adalah negara bekas jajahan Spanyol (dan kemudian Amerika, bila dapat disebut demikian). Pemerintah Spanyol sangat mendukung pekabaran Injil di negeri jajahannya.

Adalah penting untuk mempelajari sejarah perkembangan kekristenan di negara ini, untuk mendapatkan masukan penting pagi perkembangan gereja selanjutnya. Sekalipun harus diakui bahwa pengaruh konteks budaya setempat memikili peran penting, namun tidak dapat disangkal bahwa perkembangan kekristenan di Filipina adalah fenomenal.
Berbeda dengan negara-negara Asia lainnya, bangsa Filipina pada umumnya penganut animisme, sehingga belum ada agama formal yang mendarah daging dalam bentuk kebudayaan yang kuat yang menentang kekristenan. Inilah faktor utama dari pesatnya perkembangan kekristenan di negara tersebut.