Monday, April 11, 2011

Buluh Yang Terkulai...Rintihan Hati dan Doa seorang Johanes Calvin

Dalam kelemahan aku berjuang. Musuhku disekelilingku mengejar dan ingin membinasakan aku. Dalam kesunyian aku hanya bisa membaca Mazmur-mazmur Daud yang begitu manusiawi menggambarkan perjuangan hidupnya yang dikejar-kejar Saul. Kini aku mengerti apa yang dialami Daud. Ketika aku membaca kisah Musa yang ditolak oleh bangsanya, kini aku memahami betapa berat apa yang harus Musa tanggung. Ketika aku membaca kisah Tuhan Yesus di Getsemani, Ia menuruni lewat sungai Kridon tidak terbayangkan olehku bahwa Tuhan Yesus ketika itu mengulang peristiwa dimana Daud dahulu kala ketika ia tua melewati sungai yang sama demi melarikan diri terhadap Absalom. Oh..Tuhanku, betapa lebih berat apa yang Engkau alami sebelum disalibkan demi kami…
Dalam kelemahanku, sakit di tubuhku, beban di jiwaku, dan musuh yang mengelilingiku,…aku tertunduk dengan basuhan air mata di wajahku. Siapakah aku ini ya Tuhan? Aku tidak sanggup jika harus memikul ini semua!
Ketika aku mengeluh, tidak ada jawaban yang kutemui,… ketika aku berseru, semakin koyaklah jiwaku!
Tetapi Tuhanku membuat aku tersentak ketika membaca Kitab Suci dalam perkataan Paulus; “dalam penderitaan engkau belum sampai meneteskan darah”…………. Oh Tuhan, rasul Paulus dalam masa tuanya yang penuh dengan penderitaan demi Injil saja tetap berjuang dan setia, masakan aku ini hanya bisa mengeluh?....... Aku malu ya Allah….betapa besar rasa malu yang ada di dalam relung jiwaku… aku tunduk pada-Mu….
Aku menyendiri di ruang yang gelap… aku bersimpuh tunduk menyembah-Mu… kini didepanku Engkau ada… siapakah aku ini di hadapan-Mu ya Tuhan? Engkau Allah yang sempurna, pencipta, aku ini manusia lemah, berdosa dan ciptaan tangan-Mu saja… berhakkah aku terus mengeluh kepada-Mu karena berat hidupku? Tundukkanlah jiwaku yang liar ini dalam kedaulatan-Mu…
Engkau yang rela menyatakan diri itulah yang aku ikuti…
Dalam tetesan air mata Engkau mengingatkanku dengan perkataan Gregorius dari Nazianze; “aku ini lemah, ditolak, ditelanjangi, dipukuli, hampir dibinasakan, dan dibuang hanya karena setia kepada Injil yang benar. Apa yang menguatkan aku? Hanya satu; ketika aku lemah dan terkulai hampir binasa, jiwaku diterangi oleh cahaya Pribadi Yang kusembah… aku berdiam sendiri dalam kesunyian lalu Dia memberi kekuatan kepadaku. Aku paham Allah yang Esa ada di hadapanku, tetapi ketika aku berseru karena kelemahan, Ketiganya—Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus—berseri-seri disekelilingku. Tetapi ketika aku berusaha membedakan keTiganya, segera aku dibimbing kembali kepada Yang Esa. Engkau Allah yang Imanuel. Engkau akan besertaku menegakkan Injil sejati, aku yakin! Disanalah aku menjadi kuat selalu.”
Oh Tuhan Tritunggal yang menyertaiku senantiasa, ampunilah aku yang selalu bersikap seperti seorang anak tanpa bapak kepada-Mu. Kini aku menundukkan kepala dan hatiku, aku menengadahkan tangan kepada-Mu, kakiku bersujud di dhadapan Raja semesta alam, menyembah Engkau yang kudus. Biarlah aku lemah ya Tuhan asal aku berada didekat-Mu dan menikmati hadir-Mu. Biarlah dalam kelemahanku nyata kekuatan-Mu…
Aku siap berdiri kembali Tuhan. Bersama Allah Tritunggal yang berseri-seri disekelilingku, aku siap melangkah. Dihadapan Allah, Raja yang Esa biarlah hatiku ditundukkan dalam kedaulatan-Nya.

Kini aku mengerti bahwa penopangan-Mu, penyertaan-Mu selalu ada di saat aku lemah. Engkau hadir dalam semak yang menyala di hadapan Musa dan engkau menyatakan Nama-Mu yang Maha Kudus. Engkau yang membuat Daud mampu berkata; “sekalipun aku berjalan dalam lembah kelam, aku tidak takut sebab gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku.” Engkau yang menyertai Elia dalam karya mujizat-Mu. Engkau yang tinggal dalam diri para nabi. Engkau yang datang dalam diri Tuhan Yesus, Raja segala semesta. Engkau yang menjaga firman-Mu dalam sejarah sehingga tidak pernah gugur. Engkau yang memilih aku menjadi alat-Mu…besar rasa hormat dan syukurku kepada-Mu, ya Tuhan…
Jika Roh yang pernah tinggal dalam diri para nabi itu sekarang ada ada di dalamku, siapakah yang harus kutakuti? Jika Raja alam semesta besertaku akankah aku patah semangat? Ya Tuhan ajarlah aku tunduk dalam penyertaan-Mu, dalam kekuatan-Mu, dalam kelemahanku, dalam kerendahan hati. Ajarlah supaya api kasih sukacita dari Kalvari tetap menyala dalam relung jiwa dan hatiku. Kini hatiku siap ya Tuhan… pakailah orang berdosa ini menjadi pelayan-Mu.
IMANUEL... Soli Deo Gloria!

No comments:

Post a Comment